Aku bangun lebih awal. Tetapi aku mendapati diriku kembali menatap
sekeliling kamarku dan membiarkan khayalanku melayang hingga langit ke
tujuh. Itu bukan pertama kalinya aku seperti itu. Setiap hari aku
melakukannya. Kau tahu kenapa? Yah, supaya aku lebih bersemangat
menjalani hari.
Aku berkhayal dengan gorden
sutra di kamarku, lantai marmer, Lemari yang terbuat dari kayu mahoni,
tentu rangka tempat tidurku juga. Kasurku yang spring bed, meja rias
seperti selebriti dengan lampu kecil di sekelilingnya. Pajangan,
lukisan pemandangan pagi yang sejuk terpajang di kamarku. Kertas
dinding yang indah berwarna warni tetapi menggunakan warna yang muda
dan menyejukkan hati. Dan banyak lagi. Tetapi Barbara memecahkan
lamunanku untuk kembali ke alam nyata.
“Ayolah segera kau mandi
dan siapkan sarapan oh Tracy! Pasti kau juga lapar. Sudah bersih-bersih
rumah belum? Cepatlah bocah kecil!”bentaknya. Aku sudah terbiasa. Pasti
dia sedang stress karena muridnya nya yang bandel. Barbara seorang guru
Taman Kanak-Kanak. Apasih yang diharapkan dari hidup seorang guru TK di
Wibber. Desa kecil dan terpencil.
Sebenarnya dia baik. Sebentar lagi juga dia meminta maaf karena telah membentakku.
Sarapan
telah siap dan saat aku tengah membersihkan rumah dengan terburu-buru
karena tahu aku akan telat berangkat sekolah, dia berkata “Mau kuantar
hai gadis kecil?” jarang sekali dia menawarkan hal itu. Tawarannya
sangat menggiurkan mengingat aku akan terlambat datang ke sekolah bila
berdesakkan dalam angkutan umum. Aku sangat senang menerimanya.
Aku mengingat kejadian tadi malam dan menghubungkan kejadian ini dengan itu.
“Apa
maksudmu dengan semua ini?” aku tahu kata-kataku sangat menusuk dan
tidak seharusnya ku katakan karena seharusnya aku berterimakasih atas
tumpangannya.
“Yah, aku tahu kondisimu belum banyak lebih baik
dari tadi malam.” yah aku bisa menerimanya. Aku hampir menangis, tetapi
itu tertahan karena mobil kodok Barbara sudah sampai tepat di gerbang
sekolah.
Suara yang pertama kudengar saat aku menjejakkan kakiku di sekolah adalah bell!!!
Bel sekolah.
Aku
berlari. Aku menabrak banyak orang hingga bukuku berjatuhan tepat di
bawah kaki langsing nan mulus. Ya. Kaki ketua pemandu sorak. Tapi aku
tahu dia pasti tidak akan membantuku. Benar. Aku hanya tidak
memperdulikannya.
Aku masuk ke kelas berbarengan dengan Mrs. Hiltony. Untunglah.
Kursiku hari ini berada di tengah, belakangnya Anne, dan diantara anak kembar yang sangat jahil; Jane dan Nale.
Pelajaran
pertama dimulai dengan Bahasa Inggris dan dilanjutkan oleh Matematika.
Aku tidak sabar menunggu jam istirahat. Padahal masih pagi, tetapi
rasanya aku sangat bosan dan mengantuk. Lebih baik aku mengkhayal
daripada tidur kan?
Taylor Lautner menjemputku pulang. Taylor
Swift menunggu di rumah. Saat aku sampai di rumah, aku disambut dengan
red carpet . Ms. Swift menyanyikan lagu untukku. Lalu ada berbagai
hadiah di kamarku. Baju rancangan desaigner terkenal, dan juga ada baju
yang keren banget rancangan Taylor Swift, Robert Pattinson memberiku
boneka vampire yang keren banget. Jacqueline Wilson dan Meg Cabot
memberiku bergunung-gunung tumpukan buku karya mereka. Lalu,Nick
Sharrat memberikan rancangan kertas dindingnya dan langsung
menempelkannya di kamarku. Emma Watson memberiku sweater keren yang ia
pakai di Harry potter. Justin Bieber menyanyi untukku selama makan
siang. Makan siangku sangat mewah.Dengan meja yang terbuat dari kayu
mahoni. Lantai marmer, gorden sutra dan pajangan yang mewah. Aku makan
sandwich ikan dan juga kentang goreng. Lalu Anne Hathaway mengeluarkan
kentang rebus, dengan lelehan keju diatasnya, dari oven. Zac Efron dan
Vanessa Hudgens memberiku secangkir limun yang paling enak sedunia dan
juga susu murni yang paling mantap! Makanan penutupku adalah banana
split yang sangat manis. Saat aku kembali ke kamar lagi,aku melihat
coklat cadburry dan kue harvest di tempat tidurku. Saat aku bertanya
ini dari siapa, seseorang yang keren menjawab “That’s all for you young
lady.”, katanya. Rupert Grinn!! Lalu aku mendengar suara deringan
handphone. Aku mengikuti arah suaranya. Teryata di dalam lemariku.Dan
saat ku lihat handphone itu, ternya iphone!! Disebelahnya ada laptop
Apple!! Lalu Ashley Tisdale dan Lucas Gabriel dan juga Tobey Maguire
dan….
Suara yang serak basah memecahkan lamunanku.
“Nanti
sore mau bermain apa ya?” aku masih terdiam berusaha menydarkan diriku
dari lamunanku yang masih berusaha turun dari langit ke
tujuh,”Hei!”kata Diana.
Diana adalah tetanggaku. Diana Lewis.
Dia baik sekali. Setiap sore, Barbara mengizinkanku untuk bermain. Aku
memilih untuk bermain dengan Diana. Bermain di taman memang paling asik
deh! Setiap sore aku mempunyai banyak hal untuk dilakukan bersama Diana
dan Garnet. Garnet Smooch juga baik. Tetapi pikirannya terlalu dewasa.
Sudah memikirkan ha-hal yang berbau pacaran. MENURUTKU sih begitu.
“Hide and seek? Garnet ikut bermain?” tanyaku.
“Seru tuh! Sepertinya iya. Tapi kalau hanya beramain Hide and seek bertiga mana asik! Bagaimana kalau kita ajak Jane?”
“Huh! Baiklah. Tapi mengapa kau tidak mengajak Anne?”,tanyaku. Karena aku tahu dia pasti mendengar pembicaraan kita.
“Kau
tahu? Ibunya akan menggoreng kita hidup-hidupjika melihat dia bermain
bersama kita pada sore hari.” Anne mendengarnya dengan tersenyum sedih
dan meminta maaf karena ibunya yang sangat over-protective.Sebenarnya
aku bingung, untuk apa minta maaf?
“Kau sudah selesai mengerjakan?” tanyanya.
“Mengerjakan apa?” tanyaku balik.
“Itu!”katanya sambil menunjuk papan tulis. Disana tertulis “Kerjakan Latihan 4. 1-5”
“Belum.” jawabku.
Diana hanya tersenyum dan member isyarat agar aku mengerjakannya segera.
Aku menurutinya.
Huh! Memang sih hanya 5 soal. Tapi tiap soal ada 9 pertanyaan! Ya Tuhan!
To Be Continued...
No comments:
Post a Comment