Tuesday, April 17, 2012

A Home (2)

Aku bangun lebih awal. Tetapi aku mendapati diriku kembali menatap sekeliling kamarku dan membiarkan khayalanku melayang hingga langit ke tujuh. Itu bukan pertama kalinya aku seperti itu. Setiap hari aku melakukannya. Kau tahu kenapa? Yah, supaya aku lebih bersemangat menjalani hari.

Aku berkhayal dengan gorden sutra di kamarku, lantai marmer, Lemari yang terbuat dari kayu mahoni, tentu rangka tempat tidurku juga. Kasurku yang spring bed, meja rias seperti selebriti dengan lampu kecil di sekelilingnya. Pajangan, lukisan pemandangan pagi yang sejuk terpajang di kamarku. Kertas dinding yang indah berwarna warni tetapi menggunakan warna yang muda dan menyejukkan hati. Dan banyak lagi. Tetapi Barbara memecahkan lamunanku untuk kembali ke alam nyata.

“Ayolah segera kau mandi dan siapkan sarapan oh Tracy! Pasti kau juga lapar. Sudah bersih-bersih rumah belum? Cepatlah bocah kecil!”bentaknya. Aku sudah terbiasa. Pasti dia sedang stress karena muridnya nya yang bandel. Barbara seorang guru Taman Kanak-Kanak. Apasih yang diharapkan dari hidup seorang guru TK di Wibber. Desa kecil dan terpencil.

Sebenarnya dia baik. Sebentar lagi juga dia meminta maaf karena telah membentakku.

Sarapan telah siap dan saat aku tengah membersihkan rumah dengan terburu-buru karena tahu aku akan telat berangkat sekolah, dia berkata “Mau kuantar hai gadis kecil?” jarang sekali dia menawarkan hal itu. Tawarannya sangat menggiurkan mengingat aku akan terlambat datang ke sekolah bila berdesakkan dalam angkutan umum. Aku sangat senang menerimanya.

Aku mengingat kejadian tadi malam dan menghubungkan kejadian ini dengan itu.

“Apa maksudmu dengan semua ini?” aku tahu kata-kataku sangat menusuk dan tidak seharusnya ku katakan karena seharusnya aku berterimakasih atas tumpangannya.

“Yah, aku tahu kondisimu belum banyak lebih baik dari tadi malam.” yah aku bisa menerimanya. Aku hampir menangis, tetapi itu tertahan karena mobil kodok Barbara sudah sampai tepat di gerbang sekolah.

Suara yang pertama kudengar saat aku menjejakkan kakiku di sekolah adalah bell!!!
Bel sekolah.

Aku berlari. Aku menabrak banyak orang hingga bukuku berjatuhan tepat di bawah kaki langsing nan mulus. Ya. Kaki ketua pemandu sorak. Tapi aku tahu dia pasti tidak akan membantuku. Benar. Aku hanya tidak memperdulikannya.

Aku masuk ke kelas berbarengan dengan Mrs. Hiltony. Untunglah.

Kursiku hari ini berada di tengah, belakangnya Anne, dan diantara anak kembar yang sangat jahil; Jane dan Nale.

Pelajaran pertama dimulai dengan Bahasa Inggris dan dilanjutkan oleh Matematika. Aku tidak sabar menunggu jam istirahat. Padahal masih pagi, tetapi rasanya aku sangat bosan dan mengantuk. Lebih baik aku mengkhayal daripada tidur kan?

Taylor Lautner menjemputku pulang. Taylor Swift menunggu di rumah. Saat aku sampai di rumah, aku disambut dengan red carpet . Ms. Swift menyanyikan lagu untukku. Lalu ada berbagai hadiah di kamarku. Baju rancangan desaigner terkenal, dan juga ada baju yang keren banget rancangan Taylor Swift, Robert Pattinson memberiku boneka vampire yang keren banget. Jacqueline Wilson dan Meg Cabot memberiku bergunung-gunung tumpukan buku karya mereka. Lalu,Nick Sharrat memberikan rancangan kertas dindingnya dan langsung menempelkannya di kamarku. Emma Watson memberiku sweater keren yang ia pakai di Harry potter. Justin Bieber menyanyi untukku selama makan siang. Makan siangku sangat mewah.Dengan meja yang terbuat dari kayu mahoni. Lantai marmer, gorden sutra dan pajangan yang mewah. Aku makan sandwich ikan dan juga kentang goreng. Lalu Anne Hathaway mengeluarkan kentang rebus, dengan lelehan keju diatasnya, dari oven. Zac Efron dan Vanessa Hudgens memberiku secangkir limun yang paling enak sedunia dan juga susu murni yang paling mantap! Makanan penutupku adalah banana split yang sangat manis. Saat aku kembali ke kamar lagi,aku melihat coklat cadburry dan kue harvest di tempat tidurku. Saat aku bertanya ini dari siapa, seseorang yang keren menjawab “That’s all for you young lady.”, katanya. Rupert Grinn!! Lalu aku mendengar suara deringan handphone. Aku mengikuti arah suaranya. Teryata di dalam lemariku.Dan saat ku lihat handphone itu, ternya iphone!! Disebelahnya ada laptop Apple!! Lalu Ashley Tisdale dan Lucas Gabriel dan juga Tobey Maguire dan….

Suara yang serak basah memecahkan lamunanku.

“Nanti sore mau bermain apa ya?” aku masih terdiam berusaha menydarkan diriku dari lamunanku yang masih berusaha turun dari langit ke tujuh,”Hei!”kata Diana.

Diana adalah tetanggaku. Diana Lewis. Dia baik sekali. Setiap sore, Barbara mengizinkanku untuk bermain. Aku memilih untuk bermain dengan Diana. Bermain di taman memang paling asik deh! Setiap sore aku mempunyai banyak hal untuk dilakukan bersama Diana dan Garnet. Garnet Smooch juga baik. Tetapi pikirannya terlalu dewasa. Sudah memikirkan ha-hal yang berbau pacaran. MENURUTKU sih begitu.

“Hide and seek? Garnet ikut bermain?” tanyaku.

“Seru tuh! Sepertinya iya. Tapi kalau hanya beramain Hide and seek bertiga mana asik! Bagaimana kalau kita ajak Jane?”

“Huh! Baiklah. Tapi mengapa kau tidak mengajak Anne?”,tanyaku. Karena aku tahu dia pasti mendengar pembicaraan kita.

“Kau tahu? Ibunya akan menggoreng kita hidup-hidupjika melihat dia bermain bersama kita pada sore hari.” Anne mendengarnya dengan tersenyum sedih dan meminta maaf karena ibunya yang sangat over-protective.Sebenarnya aku bingung, untuk apa minta maaf?

“Kau sudah selesai mengerjakan?” tanyanya.

“Mengerjakan apa?” tanyaku balik.

“Itu!”katanya sambil menunjuk papan tulis. Disana tertulis “Kerjakan Latihan 4. 1-5”

“Belum.” jawabku.

Diana hanya tersenyum dan member isyarat agar aku mengerjakannya segera.

Aku menurutinya.

Huh! Memang sih hanya 5 soal. Tapi tiap soal ada 9 pertanyaan! Ya Tuhan!



To Be Continued...

No comments:

Post a Comment